Technoaiti Mengontrol Mahasiswa Yang Nakal

  • April 23, 2019

Pernah mendengar mahasiswa menerima surat peringatan dari kampus karena beum membayar uang kuliah? Padahal uang kuliahnya sudah diberi oleh orang tuanya. Ya, karena kenakalan anak tersebut uang kuliah dipakai untuk hal-hal lain yang tidak penting tidak dibayarkan ke kampus.

Sistem keuangan kampus masih banyak yang belum menerapkan sistem pembayaran yang langsung terintegrasi dengan bank. Mahasiswa harus membayar uang kuliah di kasir kampus. Mungkin kelihatan jadul dan ketinggalan jaman tetapi memang ternyata masih banyak institusi pendidikan yang belum mengikuti perkembangan teknologi technoaiti .
Sistem pembayaran kuliah di kampus yang sudah terintregasi dengan sistem perbankan akan memberikan control yang kuat terhadap penyelewengan-penyelewangan yang sering terjadi seperti ini.

Pembayaran dapat langsung dilakukan oleh orang tua melalui bank terdekat. Layanan perbankan dapat diakses melalui internet, website dan aplikasi mobile. Pembayaran yang langsung di transfer ke rekening kampus di bank tertentu akan memotong jalur kerja sehingga dapat mengefisiensi sumber daya-sumber daya yang digunakan dan efisiensi prosedur atau prosesnya.

Perlukah integrasi pembayaran kampus dengan Bank?
Pada zaman sekarang ini setidaknya terdapat beberapa pertimbangan kenapa sistem pembayaran kampus sebaiknya diintegrasikan dengan bank :
Pertama, teknologi untuk akses perbankan semakin mudah
Sekarang akses ke sistem perbankan sudah semakin mudah di dukung dengan technoaiti mutakhir, dan pilihan metode integrasi juga semakin beragam. Kiranya sudah tidak diperlukan lagi mahasiswa harus antri untuk membayar uang kuliah. Dampak antrian akan mengakibatkan harus tersedianya operator yang selalu siap ditempat.

Kedua, Pelunasan Biaya Kuliah Merupakan Hal Penting Dalam Menentukan Status Keaktifan Mahasiswa
Layanan-layanan kampus terkait dengan akademik seperti layanan rencana studi, perpustakaan, dan unit kegiatan mahasiswa, dll. Saat bank sudah mampu terintegrasi dengan sistem keuangan dan akademik yang ada di kampus akan berdampak otomatis layanan terhadap mahasiswa berikutnya akan menjadi lebih cepat dinikmat.

Layanan Integrasi Pembayaran dengan Bank
Secara teknis integrase kampus dengan bank dapat menggunakan protokol ISO 8583 untuk menghubungkan sistem pembayaran kuliah di kampus dengan layanan kemahasiswaan (rencana studi, kepustakaan, dan fasilitas kampus).
Apa saja yang diintegrasikan? sebagaimana integrasi proses bisnis pada umumnya, masalah pembayaran mahasiswa, bagian ini mengelola proses penanganan permintaan tagihan, sinkronisasi status pembayaran antara bank dengan kampus, dan rekonsiliasi.


Mekanisme ini biasa disebut sebagai Host to Host (H2H). Yaitu host (server) kampus berkomunikasi langsung dengan host (server) bank dengan messaging protocol yang ditentukan. Teknologi ini memungkinkan pihak kampus dan pihak bank dapat bertukar data atau message sehingga apa yang terjadi di bank dapat dilihat dan di catat oleh pihak kampus. Sebenarnya mekanisme integrase antara kampus dengan bank tidak hanya dengan mekanisme H2H saja, ada beberapa mekanisme yang dapat digunakan sesuai dengan kondisi yang ada.